Banyak yang bilang LDR itu suatu hubungan yang
“menakutkan” dijauhi sama semua pasangan, aku engga ngerti kenapa mereka pada
berfikir kaya gitu, buatku LDR itu sebuah tantangan didalam hubungan, kenapa
aku bisa bilang gitu ? karena aku ngerasain yang namanya LDR .
Hubungan seperti ini memang tak bisa
dikatakan lama, dan tak juga dibilang sebentar. Terlebih aku memilikimu
seseorang yang ku tau sangat sibuk dengan sekolahmu dan untuk mengabariku pun
kau masih susah, sedangkan aku adalah seseorang yang paling ngga bisa buat
nahan rindu terelebih rindu kepadamu. Mau mencoba sadar, tapi semua ini terlalu
berat untuk dirasa “sendirian”.Mau berlagak tak sadar juga malah akan
memperburuk perasaan. Jarak ini seakan mempermainkan hubungan kita iya kan? kau
merasakan itu juga bukan? Ingin sekali aku berkata bahwa aku benci benci dengan
keadaan seperti ini, aku benci dengan kenyataan yang seperti ini.
Aku mencoba kuat , kuat dalam segala hal
karena aku yakin kau meyakinkanku dalam hubungan ini. Mengelak dalam rindu,
berkecamuk hati dengan rasa ingin bertemu tapi sepertinya aku tidak mampu untuk
menahan itu semua. Semakin ku coba untuk menahan semakin kuat rindu yang
kurasakan. Entah karena aku belum terbiasa dengan hubungan ini atau apa. Jujur
saja , setelah terpisah jarak seperti ini aku merasakan apa yang kau rasakan,
gampang saja saat kau sakit aku pun ikut merasakan sakit yang kau rasakan,
begitupun saat kau bahagia aku merasakan apa yang kau rasakan dan saat aku
rindu akupun akan sabar menantimu datang kepadaku dengan membawa berjuta rindu
yang telah kau simopan begitu lama.
Menunggu pun menjadi pekerjaan yang utama
bagiku aku sendiri pun tidak tau sampai kapan harus melakukan pekerjaan itu.
Jelas saja, apa yang ku tunggu tak terlihat kesat oleh mata. Yang ditunggu
kadang membuat jenuh, sehingga fikiran
yang tak baik tentangmu pun keluar dari fikiranku. Meskipun fikiran itu tidak
benar tapi, tapi yang namanya perjuangan pasti ada titik kejenuhannya dan aku
pun tidak bisa mengelak dari keadaan itu.
“bersabarlah sayang, kamu harus sabar yah percayalah disinipun
aku merindukanmu dan satu yang harus kau ingat, aku mencintaimu melebihi yang
kamu tau“. Kalimat itu selalu menjadi penyemangatku ketika aku sudah merasa
bosan dengan hubungan ini, kalimat itu yang selalu aku ingat dikala hati rindu
dan tak tau harus berbuat apa dengan rasa rindu yang terkadang menyiksa hati
bahkan batinku.
Mengatakannya memang mudah, kau begitu mudah
untuk mengatakan itu semua kepadaku tanpa kau berfikir efek yang dapat aku
rasakan setelah mendapatkan kalimat itu darimu, rindu, rindu yaa rindu yang
makin menggebu yang membuat perasaanku berkecamuk menjadi satu, senang, sedih,
lelah , jenuh apapun aku rasakan ketika aku ingat denganmu.
Asal kau tau ya lelah itu tidak enak, tak ada yang bisa
dibenarkan sepenuhnya dan tak bisa disalahkan sepenuhnya semuanya semakin
memperparah keadaan, tak pernah bisa untuk berfikir jernih, menangis ? hanya
itu yang bisa kulakukan.
Memutuskan untuk tetap “bersama” dalam konteks seperti ini
memang secara pasti dan jelas membutuhkan pengorbanan lebih. Mempersatukan dua
insan yang memiliki perbedaan itu tidak mudah ditambah lagi dengan adanya jarak
dan komunikasi yang tidak cukup baik untuk menjalani sebuah hubungan yang
serius.
Mencoba untuk saling sabar, saling
pengertian, saling menahan ego, lebih menghargai, lebih menghargai komunikasi,
berfikir jernih, lebih dewasa, lebih peka terhadap perhatian-perhatian kecilnya
maupun sindirannya dan sebagainya.
Disini aku menahan sejuta rindu yang sudah terkumpul dan
terabaikan. Dan darimu aku akan menunggumu dengan sejuta rindu yang siap ku
sampaikan kepadamu nanti, pada saat hari bahagia itu datang.
0 komentar:
Posting Komentar